Seperti setitik embun yang jatuh dari daun di pagi hari...
Sperti mentari yang slalu datang di fajar hari...
Seperti rembulan yang datang di kala langit yang cerah...
Seperti itulah cinta yang aku berikan untukmu...
Tak pernah berharap untuk kau khususkan...
Tapi...
Aku bagai bunga yang layu tak tersiram oleh setitik air pun
Aku seperti rumbut yang setiap hari terinjak dan terabaikan
Cahaya seperti tak bersinar...
Malam seperti tak berbulan...
Itulah yang aku rasakan saat ini...
Kau seperti tak memperdulikan aku...
Padahal...
Setiap kata yang aku untaikan
Setiap fikiran yang ada di otak ku hanya tertuju padamu...
Tapi.kau hanya mengabaikan semua itu...
Langit seakan selalu mendung di sepanjang hari
Cahaya lampu kamar ku seakan meredup saat aku melihat nya...
Sekarang...Aku terbuang,aku terinjak-injak,aku rapuh,aku layu...
Cinta ku pada mu bagaikan rumput yang tumbuh dengan sendirinya...
Sedikit demi sedikit tumbuh,di bantu oleh air hujan dan tanah
Akar yang semakin kuat...
Akar yang semakin dalam ke tanah...
Hingga rumput itu dapat berdiri kuat tanpa seorang pun yang menemaninya...
Hanya air dan tanah yang dapat membuat nya berdiri kuat dan tegar
Tiba saat nya kamu datang dan kamu injak sendiri rumput yang telah kamu tanam
Kamu abaikan...
Kamu tidak rawat rumput itu...
Malah kamu merendahkan rumput itu...
Kamu campakkan rumbut itu...
Dan...
Rumput itu merasa terbuang...
Rumput itu merasa terasingkan...
Rumput itu merasakan sakit yang amat dalam...
Rumput itu rapuh...
Tetapi,yang membuat rumput itu kuat hanyalah tanah...
Tanh yang mendorong untuk tegar...
Tanah yang mendorong untuk tetap kuat berdiri...
Dan tanah yang menyuruh untuk tetap bertahan di injak dan di abaikan
Sampai kapan rumput akan terinjak?
Sampai kapan rumput akan terabaikan?
Sampai kapan rumput itu tidak berkepemilikan/
Sampai kapan rumput itu rapuh?
Sampai kapan rumput itu harus bertahan kuat?
Sedangkan setitik air hujan tak membasahi nya lagi...
Yang dia dapat hanyalah terinjak dan terabaikan...
Bagaimana kalau rumput itu mati?
Bagaimana kalau rumput itu layu?
Bagaimana kalau rumput itu tidak kuat berdiri lagi?
Bagaiman kalau tanah yang kemarin ada,tiba-tiba menghilang seketika?
Dan rumput itu mati tanpa air dan tanah
Langit seketika gelap dan mendung...
Apakah pemilik rumput menyesal akan perbuatan nya?
Apakah pemilik rumput mencari rumput nya yang telah hilang?
Apakah pemilik rumput akan mencoba menanam dan memperbaiki rumput yang telah mati itu?
Apakah pemilik rumput merasa amat berdosa karna telah menginjak dan mengabaikan rumput itu?
Aku bagai rumput itu...
Aku terinjak...
Aku Layu...
Dan aku terabaikan...
Itulah yang aku rasakan saat ini...
Itulah yang aku pendam slama ini...
Kuat
Bertahan
Sabar
Tegar
Bersyukur
Hanya kata-kata itu yang bisa membuat ku bertahan...
Akan bertahan sekuat hati...
Akan berjuang sepenuh jiwa...
Akan kuat dan tegar...
Akan slalu mensyukuri hidup...
Seperti itulah cinta ku kepadamu...Yang berharap untuk kau cintai...
Read more...
Sperti mentari yang slalu datang di fajar hari...
Seperti rembulan yang datang di kala langit yang cerah...
Seperti itulah cinta yang aku berikan untukmu...
Tak pernah berharap untuk kau khususkan...
Tapi...
Aku bagai bunga yang layu tak tersiram oleh setitik air pun
Aku seperti rumbut yang setiap hari terinjak dan terabaikan
Cahaya seperti tak bersinar...
Malam seperti tak berbulan...
Itulah yang aku rasakan saat ini...
Kau seperti tak memperdulikan aku...
Padahal...
Setiap kata yang aku untaikan
Setiap fikiran yang ada di otak ku hanya tertuju padamu...
Tapi.kau hanya mengabaikan semua itu...
Langit seakan selalu mendung di sepanjang hari
Cahaya lampu kamar ku seakan meredup saat aku melihat nya...
Sekarang...Aku terbuang,aku terinjak-injak,aku rapuh,aku layu...
Cinta ku pada mu bagaikan rumput yang tumbuh dengan sendirinya...
Sedikit demi sedikit tumbuh,di bantu oleh air hujan dan tanah
Akar yang semakin kuat...
Akar yang semakin dalam ke tanah...
Hingga rumput itu dapat berdiri kuat tanpa seorang pun yang menemaninya...
Hanya air dan tanah yang dapat membuat nya berdiri kuat dan tegar
Tiba saat nya kamu datang dan kamu injak sendiri rumput yang telah kamu tanam
Kamu abaikan...
Kamu tidak rawat rumput itu...
Malah kamu merendahkan rumput itu...
Kamu campakkan rumbut itu...
Dan...
Rumput itu merasa terbuang...
Rumput itu merasa terasingkan...
Rumput itu merasakan sakit yang amat dalam...
Rumput itu rapuh...
Tetapi,yang membuat rumput itu kuat hanyalah tanah...
Tanh yang mendorong untuk tegar...
Tanah yang mendorong untuk tetap kuat berdiri...
Dan tanah yang menyuruh untuk tetap bertahan di injak dan di abaikan
Sampai kapan rumput akan terinjak?
Sampai kapan rumput akan terabaikan?
Sampai kapan rumput itu tidak berkepemilikan/
Sampai kapan rumput itu rapuh?
Sampai kapan rumput itu harus bertahan kuat?
Sedangkan setitik air hujan tak membasahi nya lagi...
Yang dia dapat hanyalah terinjak dan terabaikan...
Bagaimana kalau rumput itu mati?
Bagaimana kalau rumput itu layu?
Bagaimana kalau rumput itu tidak kuat berdiri lagi?
Bagaiman kalau tanah yang kemarin ada,tiba-tiba menghilang seketika?
Dan rumput itu mati tanpa air dan tanah
Langit seketika gelap dan mendung...
Apakah pemilik rumput menyesal akan perbuatan nya?
Apakah pemilik rumput mencari rumput nya yang telah hilang?
Apakah pemilik rumput akan mencoba menanam dan memperbaiki rumput yang telah mati itu?
Apakah pemilik rumput merasa amat berdosa karna telah menginjak dan mengabaikan rumput itu?
Aku bagai rumput itu...
Aku terinjak...
Aku Layu...
Dan aku terabaikan...
Itulah yang aku rasakan saat ini...
Itulah yang aku pendam slama ini...
Kuat
Bertahan
Sabar
Tegar
Bersyukur
Hanya kata-kata itu yang bisa membuat ku bertahan...
Akan bertahan sekuat hati...
Akan berjuang sepenuh jiwa...
Akan kuat dan tegar...
Akan slalu mensyukuri hidup...
Seperti itulah cinta ku kepadamu...Yang berharap untuk kau cintai...
















